99,13% Warga Bojonegoro Jadi Peserta JKN-KIS, Pelayanan Kesehatan Makin Baik

Bojonegoro.click – Kabupaten Bojonegoro telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), yakni tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih dari 95% dari jumlah total penduduk. Sehingga keberlanjutan Program JKN-KIS dapat dipertahankan serta melalui kendali mutu yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sesuai data pada aplikasi Business Intelligence per tanggal 4 April 2021, jumlah peserta JKN-KIS di Kabupaten Bojonegoro adalah 1.331.967 jiwa atau 99,13% dari jumlah penduduk.

Kabid Komunikasi Publik KC Bojonegoro Fathurrohman, mengatakan dengan cakupan kepesertaan program JKN-KIS sebesar 99,13%, diharapkan masyarakat mempunyai akses yang lebih luas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan.

“Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan bagi peserta dan keluarganya, menandakan tercapainya tujuan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang telah diamanatkan oleh undang-undang, ” tutup Rohman.

Sementara itu, Siti Aisyah (62 th) warga Dusun Balun RT 03 RW 01 Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bojonegoro.

“Alhamdulillah sekali, sampai detik ini saya tidak pernah sakit sampai dirawat inap di rumah sakit. Saya dan keluarga selalu menanamkan pola hidup sehat sehingga ketika sudah usia senja seperti ini aman dari segala bentuk penyakit. Kalaupun harus sakit sewaktu-waktu saya sudah merasa aman sebab ada JKN-KIS yang melindungi saya,” cerita Siti siang itu.

Selain itu, Siti dan keluarga juga tidak merasa keberatan jika harus dipotong sebagian penghasilannya untuk iuran JKN-KIS setiap bulan. “Lha wong ya untuk kesehatan semuanya, jadi buat apa ngeman. Kalau menurut saya yang dieman bukan bayar iurannya, melainkan kesehatan yang harus dijaga dan dieman-eman,” ujar wanita kelahiran Kota Ledre ini.

Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan semua pihak, termasuk peserta yang harus rutin membayar iuran. Siti Aisyah, sebagai anggota PWRI, turut mendukung keberlangsungan program JKN-KIS ini. Siti juga menuturkan peran penting dari fasilitas kesehatan selaku mitra BPJS Kesehatan juga berperan penting.

“Karena itu, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit juga perlu terus ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan. Tentunya mereka lah tenaga medis yang akan dijumpai pertama kali oleh peserta JKN-KIS. Jika pelayanan bagus maka peserta sendiri akan puas nantinya,” tutup Siti.