Beri Bimtek Pembuatan Pakan Ternak, Upaya Disnakan Tingkatkan Wawasan Peternak

Bojonegoro – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan wawasan peternak dalam budidaya ternak. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bojonegoro fokus memberikan bimbingan teknis pembuatan pakan ternak maupun pemanfaatan limbah ternak bagi peternak.

Elfira Nur Aini, Kepala Bidang Peternakan Disnakan Bojonegoro mengatakan bahwa tahun 2020 ada refocusing anggaran, dan tidak ada dana hibah peternakan.

Ia menjelaskan hal tersebut disebabkan karena anggaran digunakan untuk penanganan pandemi covid-19. Oleh sebab itu, Disnakan lebih fokus dalam penguatan dan pembinaan kelompok ternak.

“Penguatqn dan pembinaan tersebut seperti pelatihan pembuatan pakan ternak, pupuk organik bahakan pembuatan konsetrat,” ucapnya.

Elfira juga menambahkan bahwa, pada tahun lalu pihak Disnakan juga sudah mengajukan bantuan kepada Bank Indonesia untuk memberikan penguatan kelembagaan seperti pelatihan kepada kelompok ternak ayam petelor.

“Dari pengajuan tersebut hasilnya terlaksana pelatihan selama 3 hari. Peternak juga dipertemukan langsung dengan koperasi,” terangnya.

Masih dalam penjelasan Elfira, Bimtek Untuk peternak ayam petelor sendiri, sudah terlaksana di 3 kawasan yaitu Kecamatan Baureno, Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Kanor.

“Tiga kawasan tersebut sudah terbentuk kelompok-kelompok ternak,” ujarnya.

Sementara itu, pada 2021 melalui bantuan dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) terdapat satu kelompok peternak sapi dan tiga kelompok peternak kambing/domba yang mendapatkan bantuan bibit rumput unggul untuk meningkatkan kualitas pakan ternak.

Bagi kelompok ternak yang ingi mengajukan bimtek dapat mengajukan dalam rapat musrenbang desa. Atau dapat mengajukan secara langsung ke Disnakan Bojonegoro dengan membuat proposal permohonan kepada Bupati Bojonegoro.

“Bimtek dapat diberikan kepada kelompok ternak yang sudah mempunyai SKT (surat keterangan terdaftar) atau sudah mempunyai badan hukum,” tambah Elfira.

Selain itu, jika bantuan yang didapat dari APBN maka harus terdaftar dalam sistem penyuluhan pertanian dari kementerian.

Adapun syarat pengajuan kelompok untuk SKT:

  1. Ada berita acara pembentukan kelompok dan Surat Keputusan Kelompok dari Kepala Desa
  2. FC KTP Ketua, Sekretaris dan Bendahara Kelompok
  3. Sudah diverifikasi oleh tim verifikasi SKT Dinas Peternakan dan Perikanan

Syarat Kelompok yang bisa mengajukan bantuan hibah :

  1. Kelompok terdaftar dalam SKT atau sudah berbadan hukum
  2. Membuat proposal yang ditujukan kepada Bupati Bojonegoro
  3. Sudah diverifikasi oleh Tim verifikator bantuan hibah disnakkan
  4. Memenuhi persyaratan teknis dan administrasi terkait bantuan hibah peternakan (proposal, kandang ternak, sarpras ternak, pengalaman beternak, dll)