Bojonegoro Satu Data, Transparansi Anggaran Dana Desa

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mensosialisasikan penerapan Aplikasi Sistem Pengawasan Keuangan Desa (Siskeudes) versi
baru, yaitu 2.0.4 tahun 2022, sekaligus launching aplikasi SIAP Desa (sistem informasi administrasi pemerintahan desa) berbasis online di Gedung Angling darma lantai 2 Pemkab Bojonegoro, Jumat (15/10/2021).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Machmuddin menjelaskan, adanya upgrade aplikasi Siskeudes dan juga launching aplikasi SIAP Desa ini, guna mempercepat proses pelaksanaan pengawasan keuangan desa. Serta terciptanya penyelenggaraan pemerintahan kabupaten Bojonegoro yang akuntabilitas dan transparansi.

“Dalam aplikasi Siskeudes versi 2.0.4 ini tentunya terdapat fitur-fitur baru, sebagai bentuk dukungan transparansi anggaran dana desa,” tandasnya.

Machmuddin menjelaskan, aplikasi SIAP Desa merupakan pengolahan data yang ada di Siskeudes. Salah satunya anggaran stunting, dan anggaran PPKM. Sebab anggaran tersebut masih akan dianggarkan tahun depan.

“Maksud kegiatan ini adalah forum pengenalan Siskeudes versi baru juga aplikasi SIAP Desa. Perlu kita ketahui aplikasi tersebut akan terus di update setiap tahunnya. Selanjutnya akan kami adakan pelatihan bagi operator desa mulai tanggal 18 besok,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, saat ini Indonesia satu data. Maka untuk itu Pemkab sudah menginformasikannya ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwa Bojonegoro sudah satu data.

“Satu data pada saat itu saya pastikan 99,9 persen benar. Tapi dari waktu ke waktu pastinya data tersebut perlu pemutakhirkan,” ungkap Bupati Anna.

Selain itu, Bupati Anna juga mengatakan dalam upaya tersebut, Dinas Kominfo akhir-akhir ini juga sudah melakukan bimbingan teknis Sistem Informasi Desa (SID). Hal itu bertujuan untuk mendukung Bojonegoro satu data.

“Untuk itu, saya minta jangan sembarang ganti operator. Jangan mudah menyerahkan password. Jika memberikan password pada operator harus ada tanda terima,” tegasnya. [ai/cs]