Cari Keadilan, Persibo Bojonegoro Rencana Lapor ke PSSI Pusat

Bojonegorokab.go.id – Persibo Bojonegoro mengungkapkan rasa kecewa atas keputusan Komisi Banding (Komding) PSSI Jawa Timur yang menolak pengajuan banding Persibo terhadap hukuman kalah WO 0 – 3 dan denda Rp 50 juta. Persibo berencana lapor ke PSSI Pusat untuk mencari keadilan.

Berdasarkan surat keputusan nomor 01/Komding/PSSI-Jatim/XII/2021 yang diterima Persibo, hukuman kalah WO 3 – 0 melawan Mitra Surabaya tetap berlaku. Sementara hukuman denda yang semula Rp 50 juga berubah menjadi Rp 20 juta.

Menanggapi putusan Komding, CEO Persibo Abdullah Umar berencana melaporkan masalah ini ke PSSI Pusat untuk mencari keadilan. Keputusan itu dinilai terlalu berat. Persibo Bojonegoro menampik bahwa di pertandingan babak 32 besar Liga 3 Jatim 2021 telah memainkan pemain yang tidak sah.

“Kesalahan hanya terjadi pada kekeliruan penggunaan jersey pada babak kedua,” terangnya.

Dua pemain yang dianggap tidak sah, Zardan Aroby (16) dan Amar Fadzillah (26) melakukan kesalahan dalam menggunakan jersey. Official Persibo sudah memberi tahu Pengawas Pertandingan di lapangan perihal tertukarnya jersey Zardan Aroby (16) dan Amar Fadzillah (26). Namun Pengawas Pertandingan memutuskan untuk tetap melanjutkan permainan.

Manajemen Persibo, lanjut Umar, menyayangkan keteledoran perangkat pertandingan yang bertugas di laga Persibo dengan Mitra Surabaya. Dalam match summary, ditulis bahwa Amar Fadzillah mendapatkan kartu kuning. Padahal, kenyataan di lapangan yang sebenarnya Amar tidak pernah mendapatkan hukuman kartu kuning di pertandingan melawan Mitra Surabaya.

Kesalahan penulisan di match summary ini harusnya tak terjadi. Perangkat pertandingan yang bertugas harus cermat dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Kesalahan tersebut amat fatal karena menyangkut pemain. “Persibo juga telah melaporkan ke Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur,” tegasnya.

Persibo Bojonegoro berusaha sekuat mungkin untuk bertindak dan berlaku profesional. Seharusnya ini juga diikuti juga oleh penyelenggara.

“Sampai saat ini, Persibo Bojonegoro terus berusaha untuk mengikuti kompetisi dengan semangat membangun sepak bola dengan sportif dan bermartabat,” terangnya.