Dinkes Bojonegoro Gandeng Organisasi Perempuan, Guna Kampanye Hidup Sehat

Bojonegoro.click – Dinas Kesehatan (Dindes) Bojonegoro menggandeng organisasi masyarakat perempuan menggelar sosialisasi Implementasi Germas dalam masa adaptasi kebiasan baru. Acara digelar di gedung Koperasi Berdikari Jalan Panglima Polim No. 34 Sumbang Bojonegoro, Kamis (18/02/2021).

Dalam sambutanya Kepala Dinkes Bojonegoro dr. Ani Pudji Ningrum menyampaikan bahwa meskipun masih dalam masa pandemi, kampanye kesehatan harus tetap jalan. “Apalagi dengan peran penting organisasi masyarakat seperti Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, PKK yang dianggap sebagai tokoh masyarakat dirasa sangat penting peranya untuk mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan adaptasi baru,” ucapnya.

Kerala Dinkes juga menjelaskan, dalam upaya percepatan penanganan covid-19, Pemkab Bojonegoro telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama yang disuntikan kepada Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Forkopimda, tenaga kesehatan dan perwakilan para tokoh masyarakat. Vaksinasi dilaksanakan pada 28 Januari lalu.

“Alhamdulillah, tidak ada efek samping dalam kesehatan kami, dan bisa dikatakan bahwa vaksinasi ini aman dan halal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan tersebut.

Untuk persiapan vaksinasi bagi masyarakat umum, Dinkes sudah mulai melakukan pendataan ke masyarakat, di mana data tersebut nantinya akan menjadi acuan menentukan vaksinasi. Namun, meskipun masyarakat yang sudah didata tidak semuanya dapat divaksinasi, karena harus melewati tahap skrining.

“Maka dari itu, kami mohon kerja sama dengan organisasi masyarakat perempuan untuk ikut mendukung pendataan terkait vaksinasi. Karena nantinya 70% penduduk Bojonegoro harus mendapatkan vaksinasi dalam satu tahun untuk membentuk kekebalan tubuh,” pungkasnya

Dalam sambutanya Kepala Dinkes Bojonegoro dr. Ani Pudji Ningrum menyampaikan bahwa meskipun masih dalam masa pandemi, kampanye kesehatan harus tetap jalan. “Apalagi dengan peran penting organisasi masyarakat seperti Fatayat, Muslimat, PKK yang dianggap sebagai tokoh masyarakat dirasa sangat penting peranya untuk mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan adaptasi baru,” ucapnya.

Kerala Dinkes juga menjelaskan, dalam upaya percepatan penanganan covid-19, Pemkab Bojonegoro telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama yang disuntikan kepada Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Forkopimda, tenaga kesehatan dan perwakilan para tokoh masyarakat. Vaksinasi dilaksanakan pada 28 Januari lalu.

“Alhamdulillah, tidak ada efek samping dalam kesehatan kami, dan bisa dikatakan bahwa vaksinasi ini aman dan halal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan tersebut.

Untuk persiapan vaksinasi bagi masyarakat umum, Dinkes sudah mulai melakukan pendataan ke masyarakat, di mana data tersebut nantinya akan menjadi acuan menentukan vaksinasi. Namun, meskipun masyarakat yang sudah didata tidak semuanya dapat divaksinasi, karena harus melewati tahap skrining.

“Maka dari itu, kami mohon kerja sama dengan organisasi masyarakat perempuan untuk ikut mendukung pendataan terkait vaksinasi. Karena nantinya 70% penduduk Bojonegoro harus mendapatkan vaksinasi dalam satu tahun untuk membentuk kekebalan tubuh,” pungkasnya