Gebrakan Bupati Anna Buat Bojonegoro Produktif dan Lebih Energik

Bupati Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto baru menjabat dua tahun. Namun, sejumlah prestasi mulai tampak. Masyarakat sudah merasakan efek positif dari programnya. Sesuai data Pemkab Bojonegoro, program prioritas berjalan maksimal. Bahkan momentum Hari Jadi ke 343 Bojonegoro (HJB), pemkab mendapatkan “kado” HJB dari berbagai pihak pada tahun 2020, Pantas jika Bupati perempuan pertama di Bojonegoro tersebut dijuluki Ibu Pembangunan Bojonegoro.

Di antaranya, piagam penghargaan Universal Health Coverege (UHC) dari BPJS dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Prestasi ini sebagai kebijakan peduli masyarakat, karena satu-satunya kabupaten dengan kepesertaan mencapai 98 persen. Awal Oktober 2020, mendapatkan perhargaan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Mendagri Drs, Akmal Malik, M.Si, atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) 2018.

‘’Capaian ini atas kerja sama seluruh stakeholder pemkab,’’ kata Bupati Anna Mu’awanah.

Bu Anna menuturkan, sesuai data terbaru menyebutkan, kemiskinan menurun, ekonomi tumbuh, indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat, dan nilai tukar pertanian menguat. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka menurun, dari 4,19 pada 2018, 2019 menurun di angka 3,70. ‘’Kami ingin kerja, maju, dan pretasi bersama sesuai dengan tema HJB kali ini,’’ ujar bupati perempuan pertama itu.

Bu Anna menjelaskan, program selama lima tahun sudah tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, dengan berjalannya waktu aksinya sudah mulai tampak. Beberapa capaian program prioritas, mulai dari sektor infrastruktur jalan dan jembatan, serta program petani mandiri (KPM), dan kartu pedagang produktif (KPP).

Selanjutnya, perhatian pemkab kepada madrasah diniyah (madin), pendidikan gratis, lapangan kerja baru, dan insentif guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Juga program alas atap dan dinding (aladin) untuk rumah tidak layak huni warga miskin. Mendukung perkembangan sektor usaha kecil dan usaha di tingkat desa, digelontor bantuan modal UKM BUMDes Rp 100 juta. Kabijakan Bu Anna juga menyentuh sektor kemiskinan, sektor kesehatan, bahkan kesejahteraan kepala desa serta perangkatnya, juga diperhatikan.