Jalan nggronjal mulai hilang dari ingatan warga Bojonegoro

Bojonegoro – Perkembangan kabupaten Bojonegoro cukup pesat. Bojonegoro memiliki pemimpin yang akan menorehkan catatan sejarah tentang infrastruktur. Betapa tidak, estafet pembangunan jalan cor terus berlangsung hingga tahun 2021. Bahkan, tahun di tengah kubangan pandemi Covid-19 ini, pembangunan terus berjalan dan jalan cor semakin membentang.

Pada 2021, Bupati Anna Mu’awanah telah merancang membangun 64 titik jalan cor dengan panjang 190 kilometer (km). Angka yang cukup signifikan untuk membangun peradaban baru Bojonegoro sebagai kota modern.

Pembangunan jalan cor sepanjang 190 kilometer itu tentu mengacu data dan skala prioritas. Merata dan berperikeadilan bagi masyarakat Bojonegoro. Karena pembangunan jalan cor akan menyentuh semua kecamatan.

Jalan-jalan cor yang dibangun itu pun mulus bak jalan tol. Realisasi pembangunan jalan cor sepanjang 190 kilometer ini tentu menambah “jalan tol” yang ada di Bojonegoro. Pada 2019, membangun 136 kilometer. Berlanjut pada 2020 membangun 114 kilometer. Dan tahun ini (2021) ada 190 kilometer. Total selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah telah merealisasikan pembangunan jalan cor sepanjang 440 kilometer.

Betapa bisa dibayangkan, selama tiga tahun, Bojonegoro memiliki jalan cor sepanjang 440 kilometer. Panjang jalan itu membentang seperti jarak Bojonegoro – Kabupaten Tegal (Jawa Tengah). Perbaikan yang ditargetkan tuntas akhir 2021 ini tentu Bu Anna sapaan akrabnya ingin membawa perubahan di kehidupan masyarakat Bojonegoro. Membangun jalan cor memudahkan transportasi demi perekonomian masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Dengan adana pembangunan jalan cor, Bojonegoro akan keluar dari daerah yang dulu dikenal memiliki jalanan becek, berlubang, dan gerogal atau tak merata. Sebaliknya, Bojonegoro kini menjadi rujukan dan percontohan, bagaimana kinerja kepala daerah menggunakan APBD demi kepentingan masyarakat dan bermanfaat untuk semua.