Kantongi Izin PIRT, Keripik Tempe Produksi Sulasmi Terjual hingga Bali

Bojonegoro – Bagi masyarakat Bojonegoro, tempe telah menjadi lauk pendamping nasi yang sulit digantikan. Tempe pun kemudian diolah menjadi aneka camilan yang gurih dan renyah. Salah satunya keripik tempe hasil produksi Sulasmi, ibu rumah tangga asal Desa Pilangsari Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

Sulasmi menuturkan, usaha keripik tempe dimulai dan dirintis saat virus Covid-19, yaitu pada akhir 2019 lalu.

“Awalnya dulu belajar dari teman nganter anak sekolah,” ungkapnya.

Setelah mempraktikkan untuk dikonsumsi sendiri, keripik tempe yang ia buat disukai oleh tetangga sekitar dan kerabatnya. Lalu berkembang dan mulai dipesan untuk camilan dalam acara hajatan tahlil.

Semenjak itu, Sulasmi mulai fokus untuk memproduksi dan menjual keripik tempe tersebut dengan skala yang lebih besar. Ia kemudian aktif menggali informasi tentang cara mendaftarkan produk untuk mendapatkan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Setelah melengkapi kebutuhan dan persyaratan, Alhamdulillah produk saya sudah memiliki izin resmi dari pemerintah,” terangnya.

Tak hanya laris manis dalam lingkungan lokal, saat ini produk keripik tempe buatan ibu rumah tangga tersebut sudah dipasarkan keluar kota, dari Surabaya, bahkan sampai Ke Bali dalam jumlah besar.

“Karena tahan hingga satu bulan, jadi saya berani mengirim pesanan hingga keluar kota,” tandasnya.

Tak hanya itu, produksi keripik tempe yang hanya dilakukan di rumah itu juga laris manis dititipkan di toko-toko modern yang ada di Bojonegoro.

Keripik tempe yang renyah dan gurih tersebut bisa langsung dipesan di rumah produksi Sulasmi, yang beralamat di Desa Pilangsari RT 16 Rw 04 Kecamatan Kalitidu, atau bisa menghubungi nomor 085232665589 juga akun Facebook atas nama Batanan Batanan Indah. [aim/nn/cs]