Lancarkan Akses Dua Kabupaten, Bupati Harap Pembangunan Jembatan Kare Ontime

Bojonegoro – Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel segera masuki tahap pemasangan gelagar (girder). Hingga awal Oktober 2021, progres mencapai 55 persen. Rencana target, rampung akhir Desember 2021.

Pembangunan Jembatan Terusan ini mengubungkan dua kecamatan. Yakni Bojonegoro – Tuban atau sering disebut Jembatan KaRe. Tepatnya menghubungkan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dengan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Hingga awal Oktober 2021, progres pembangunan jembatan capai sekitar 55 persen meliputi bangunan bawah atau abutment dan pilar jembatan. Serta akses jalan menuju jembatan tersebut. Ditargetkan jembatan tersebut bakal rampung akhir Desember 2021.

Saat ini, pihak kontraktor sedang melakukan pekerjaan pengecoran akses jalan rigid beton menuju jembatan. Serta proses pemancangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) atau beton pengaman tanah (oprit) yang berada di ujung jembatan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan Rachmanto mengatakan, untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan, pihaknya terus mendorong pihak kontraktor pelaksana agar melakukan percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaannya. Pengawasan terus dilakukan. Agar pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai perencanaan target dan selesai tepat waktu.

“Saat girder dan rangka baja sudah mulai on-site. Sementara pengerjaan akses jalan menuju jembatan dalam proses pengecoran. Pemancangan CCSP atau beton pengaman tanah juga sedang dikerjakan,” jelas Ivan.

Sekin PU BM tersebut juga mengungkapkan, proses pekerjaan pemancangan pilar yang ada di tengah Sungai Bengawan Solo saat ini telah selesai. Sehingga jika sewaktu-waktu debit air Sungai Bengawan Solo naik saat musim penghujan, proses pekerjaan pembangunan jembatan tersebut tidak terganggu.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah disaat acara Konferwil Jawa Timur ke-23 sempat menyampaikan Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel (Kare). Katanya, Jembatan Kare merupakan konsep pembangunan kawasan yang bertujuan untuk mendukung aksesibilitas masyarakat di kedua kawasan. Sehingga dapat meningkatkan pergerakan masyarakat. Nantinya akan berdampak positif pada sektor ekonomi, sosial, jasa, pariwisata, dan budaya. Serta diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di kedua kawasan.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini jembatan Kanor-Rengel sudah jadi. Masyarakat Bojonegoro timur khususnya tidak perlu berputar jauh untuk sampai di Rengel. Di ujung seberang jembatan kita akan disambut dengan Pasar Rengel. Sehingga masyarakat bisa berjualan dan meningkatkan perekonomian. Begitu juga sebaliknya, yang dari Rengel bisa dengan mudah ke Kanor, Sumberrejo dan sekitarnya,” tutur Bupati Anna. [aim/cs]