Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Tangani Kemiskinan Ekstrem

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melakukan gerak cepat sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal itu tampak dari beberapa program unggulan yang sudah direalisasikan di Kabupaten Bojonegoro.

Saat melakukan kegiatan serap aspirasi masyarakat secara langsung melalui program Sambang Desa, Jumat (01/10/2021) di Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan, Kabupaten Bojonegoro terpilih menjadi pilot project pengentasan kemiskinan ekstrem bersama empat kabupaten/kota lain yaitu Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro dan Lamongan. Namun perlu diketahui ada beberapa kriteria yang masuk dalam kemiskinan ekstrem sesuai skala pemerintah.

“Seperti orang yang sakit namun tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, orang yang tidak bisa cukup makan, serta orang yang tidak memiliki tempat tinggal,” ucapnya.

Bupati Anna mejelaskan sesuai data yang ada di Kabupaten Bojonegoro terdapat sebanyak 50.200 masuk dalam kriteria kemiskinan ekstrem. Sebagai upaya penurunan angka sekaligus pengentasan kemiskinan ekstrem ini pemkab melakukan beberapa kebijakan melalui program yang sudah dijalankan saat ini.

“Salah satunya sektor kesehatan melalui program UHC 100 persen, bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH),” ungkap Bu Anna.

Bupati yang pernah menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut yakin bahwa di tahun 2021 Bojonegoro mampu menuntaskan kemiskinan ekstrem di Bojonegoro. Selain program UHC dan bantuan RTLH atau aladin, pemerintah kabupaten juga menyiapkan bantuan pangan non tunai (BPNT) Daerah dimana hal ini untuk meng-cover masyarakat yang tidak mendapat bantuan dari pusat.

“Namun saya memohon dan mengimbau kepada masyarakat maupun pemerintah desa untuk selalu mengupdate data, karena semua bantuan dari pemerintah pusat berbasis data,” imbau Bu Anna. [fif/nn]