Pemkab Bojonegoro Tambahkan Rp 41,8 Miliar untuk Tunjangan GTT PTT

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kesejahteraan bagi para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Pemkab akan menaikkan tunjangan GTT dan PTT sebesar 20 persen.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Lasiran menuturkan, kebijakan ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pendidik untuk mewujudkan SDM yang unggul. Saat ini, pengumuman Seleksi CASN dan PPPK diumumkan oleh Kemendikbudristek. Tepatnya 8 Oktober 2021 lalu. Banyak pendidik yang lolos tetapi juga lebih banyak yang belum beruntung.

“Karena semua itu adalah kewenangan pemerintah pusat melalui kemendikbudristek,” ucapnya.

Sebagai upaya memberikan motivasi dan semangat kepada tenaga pendidik maka Pemkab Bojonegoro menganggarkan sebanyak Rp41,8 miliar untuk kenaikan tunjangan bagi para GTT/PTT sebanyak 20 persen. Kenaikan ini sesuai usulan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang kemudian disetujui bersama oleh DPRD Bojonegoro.

“Artinya bagi GTT/PTT yang selama ini menerima tunjangan sebesar Rp1.400.000 menjadi Rp1.680.000,” tutur Lasiran.

Sementara itu, GTT/PTT di Bojonegoro yang menerima tunjangan tersebut tercatat sebanyak 3.166 orang. Meliputi jenjang TK sebanyak 407, jenjang SD sebanyak 2.126 dan jenjang SMP sebanyak 633.

“Kenaikan tunjang berlaku mulai Oktober sampai dengan Desember 2021 dan tahun 2022,” katanya.

Ia juga berharap dengan kenaikan tunjangan itu sebagai kado spesial di Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-344. “Dengan kenaikan tunjangan maka akan semakin menambah semangat dan kualitas pengajaran oleh Bapak /Ibu GTT dan juga PTT,” harap Plt Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro. [fif/nn/cs]