Pengurus GP Ansor Bojonegoro Masa Khidmat 2020-2024 Resmi Dilantik

Bojonegoro.click – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bojonegoro, Jawa Timur resmi dilantik di Pendapa Malowopati, Sabtu (22/5/2021). Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah hadir secara virtual dan mengajak bekerja sama membangun Bojonegoro.

Ketua PC GP Ansor Bojonegoro Mustakim mengatakan, dalam menegakkan islam rahmatan lil alamin tentu Ansor tidak perlu diragukan lagi. Ansor berdiri sejak 1934 jauh sebelum negara ini merdeka. Sehingga, jelas tujuan Ansor adalah berjuang mengabdi untuk tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pimpinan Ranting kami di Ansor masih banyak. Namun, dari 430 desa dan kelurahan di Bojonegoro belum lengkap. Sebab, baru 366 ranting Ansor di desa yang terbentuk,” kata Mustakim.

Ia juga menjelaskan, organisasi Pemuda Ansor ini adalah organisasi terbesar di Bojonegoro yang dibuktikan dari ranting sudah terbentuk. Dan Ansor bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan terutama di Bojonegoro.

“Ansor mengakui pemerintah saat ini berpihak kepada masyarakat pinggiran. Hal tersebut, terlihat dari pembangunan-pembangunan di Bojonegoro yang dimulai dari pinggiran,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan, organisasi dikatakan sehat jika melaksanakan agenda-agenda tahunan. Yakni termasuk kaderisasi di struktur organisasi terus berlanjut. Dan Ansor bisa membuktikan secara singkat karena melakukan konsolidasi organisasi.

“Kedepan Ansor bisa terus membentuk ranting di masing-masing desa,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, pemerintah dan masyarakat sipil tidak bisa dipisahkan. Sebab, pemerintah bertujuan membuat regulasi dan kebijakan. Dan organisasi masyarakat bagian dari pemerintah. Karena jika masyarakat yang bergerak tanpa payung hukum pasti kurang maksimal.

Bupati menambahkan Indek Kepuasan Masyarakat Bojonegoro nilainya adalah 85 persen. Artinya dari tokoh masyarakat hingga tokoh agama termasuk organisasi masyarakat mendukung program Pemkab Bojonegoro.

“Juga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengapresiasi Ansor karena berkejasama dengan OPD. Tentu kerjasama ini harus terus berlanjut,” ungkapnya.

Selain itu, menurut data BPS kabupaten lain mengalami penurunan ekonomi misalnya Kabupaten Lamongan, Ngawi, dan Magetan minus ekonominya tinggi. Bojonegoro, kata bupati hanya minus 0,04 itu sudah dengan migas.

“Dalam kebijakan tetap fokus potensi dasar yakni sektor pertanian karena ketahanan pangan bisa memberikan efek dari sektor-sektor lain,” katanya