Peringati Hari Ibu, Pemkab Bojonegoro Gelar Seminar tentang Pemberdayaan Perempuan

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga berencana (DP3AKB) menyelenggarakan seminar Hari Ibu yang selalu diperingati tanggal 22 Desember. Seminar digelar di Pendopo Malowopati Kamis (17/12/2021).

Menurut Plt Kepala DP3AKB, Ninik Susmiati peserta seminar berasal dari berbagai kalangan. Diantaranya sekitar 130 perempuan dari berbagai organisasi, ibu-ibu kepala OPD, ibu-ibu pejabat eslon 3 lingkup Pemkab Bojonegoro, ibu-ibu camat Se-kabupaten Bojonegoro, ibu-ibu koordinator penyuluh KB, ibu-ibu Dharmawanita, dan juga ibu-ibu pelaku usaha UMKM Bojonegoro.

“Dalam momen ini, kita datangkan 2 narasumber yang sangat luar biasa, yaitu yang pertama Reni Widya Lestari, dari Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dan juga, Yuanita Rosalina Dewi psikolog RSUD Dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro,” terangnya.

Ninik menyampaikan maksud dari tema yang diangkat Perempuan Indonesia: Berdaya untuk Pulihkan Ekonomi Bangsa di Masa Pandemi Covid-19, adalah untuk memberikan inspirasi bahwa perempuan Indonesia merupakan salah satu penguat ekonomi keluarga. Hal itu sebagai bentuk perjuangan perempuan Indonesia dari masa-kemasa. “Dan juga mengembangkan jejaring antar pelaku usaha perempuan Bojonegoro agar saling mendukung dalam membangkitkan perekonomian,” terangnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah menyampaikan bahwa perempuan bisa masuk dalam berbagai sektor usaha layaknya laki-laki, namun ada satu fungsi yang tidak bisa dilakukan bapak-bapak yaitu melahirkan. Maka dirayakanlah Hari Ibu, bukan hari bapak, Itulah keunikan ibu-ibu.

“Perempuan itu indah, bukan semata-mata postur tubuh, tapi juga dari inner beauty,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, menjadi wanita karir dan ibu rumah tangga itu bukan pilihan tapi untuk dilaksanakan. Misalkan anak atau karir, dua-duanya harus tuntas dilakukan. Tapi kesuksesan perempuan pasti ada laki-laki di sampingnya, bagitu pula sebaliknya. Sebab kesinambungan kolaboratif antar laki-laki dan perempuan ini penting.

“Perempuan dalam mendorong sektor ekonomi dan pembangunan itu kontribusinya besar,” pungkasnya. [ai/]