Tatap Muka 4 Jam, Siswa Sambut Suka Cita

Bojonegoro – Sekolah tingkat SMA di Bojonegoro mulai berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, semenjak Bojonegoro ditetapkan PPKM level 3. Satu kelas hanya boleh dihadiri 50 persen siswa. Salah satu sekolah yang memberlakukan PTM terbatas adalah SMA N 2 Bojonegoro.

Kepala Sekolah SMA N 2 Bojonegoro Rokhani Cahyaning mengungkapkan, sudah mulai tanggal 18 Agustus memberlaukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, tetapi hanya 50 persen dari total siswa dalam satu kelas.

PTM terbatas ini durasi hanya 3 sampai 4 jam tanpa ada jeda istirahat. Maka untuk memaksimal proses pembelajaran seluruh siswa tanpa melanggar aturan yang berlaku, sekolah memberlakukan pembelajaran dua sesi. Selain itu, juga ada pembelajaran asinkron di luar jadwal PTM terbatas.

“50 persen siswa mengikuti pembelajaran sesi pertama mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00 pagi, 50 persen lagi siswa mengikuti sesi kedua pada pukul 10.30 sampai 13.30 siang tanpa ada jeda istirahat. Selain itu juga ada pembelajaran asinkron setelah pulang sekolah atau di luar jadwal pembelajaran,” pungkas Rokhani.

PTM terbatas bisa terus berjalan jika para siswa minimal sudah melakukan vaksin dosis pertama. Oleh karena itu, pihak SMA N 2 Bojonegoro terus melakukan pendataan siswa yang sudah melakukan vaksin pertama maupun kedua.

Di minggu awal PTM terbatas sudah terdata 87 siswa sudah melakukan vaksin. Dan untuk minggu – minggu selanjutnya tiap Jumat sekolah terus mendata, dengan hasil yang terus menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang sudah melakukan vaksin.

Pihak sekolah juga melakukan prokes dengan ketat dan menyediakan fasilitas seperti, pemberian masker, kran air mengalir, dan hand sanitizer. Ditambah lagi dengan pembentukan tim gugus tugas mulai dari, guru, staf, dan siswa. Yang bertugas mengecek fasiltas dan penerapan prokes seluruh warga sekolah sesuai jadwal piket anggota gugus tugas.

Kepala sekolah juga mengungkapkan harapannya kepada masyarakat khususnya siswa dan orang tua agar bisa menyikapi kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan arif. Jangan langsung bersikap apriori yang negatif. Karena sekolah telah mempersiapkan semunya, sesuai perintah dan anjuran Pemerintah.

“Masyarakat juga diharapkan untuk mendukung E-Learning. Meski sudah mulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tidak bisa dipungkiri agar bisa memaksimalkan pembelajaran siswa metode pembelajaran daring tetap dijalankan. Tapi tidak semua orang tua bisa menfasilitasi anaknya dengan gadget yang memadai, maka sekolah juga siap menfasiltasi siswanya dengan adanya lab komputer bagi sebagian siswa memerlukan,” imbuh Rokhani.

Yaqin, salah satu siswa SMAN 2 Bojonegoro semoga PTM terbatas ini terus bisa berjalan sehingga semua pembelajaran akademik maupun non akedemik sepenuhnya dirasakan, serta kegiatan – kegiatan sekolah bisa berjalan normal seperti dulu lagi.

“Harapannya semoga kedepan pembelajaran tatap muka di SMAN 2 Bojonegoro bisa berjalan sepenuhnya dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan. Dan tentunya supaya semua siswa segera mendapatkan vaksinasi, agar situasi pandemi bisa lebih terkendali dan tidak mengganggu segala kegiatan di masa SMA,” ujar Yaqin salah satu siswa yang merupakan Ketua OSIS/MPK SMA N 2 Bojonegoro. [map/cs]